Hikmah dan Tujuan Puasa di Bulan Ramadhan

Hikmah Ramadhan
Hikmah Ramadhan
Sahabat, Allah SWT tidak akan memerintahkan sesuatu atau melarang sesuatu kecuali ada hikmah agung yang ada di dalamnya. Sungguh, Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna.

Di antara nama-nama Allah SWT adalah Al-Hakiim, sebagaimana firmannya
"Sesungguhnya Dialah Allah Yang Hakim (Maha Bijaksana) lagi 'Alim (Maha Mengetahui)". (Q.S. Adzzariyat: 30)

Menurut Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi rahimahullah menjelaskan makna Al-Hakim artinya adalah Dzat yang Maha Memiliki hikmah sempurna. Tidak ada satupun makhluk yang keluar dari lingkaran hikmah Allah, dan tidak ada satu perintah pun hikmah yang keluar dari lingkup hikmah-Nya, Allah tidak pernah menciptakan sesuatu  pun kecuali untuk suatu hikmah. Hikmah ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang tepat.   

Di antara hikmah dan tujuan tersebut ialah:
1. Ibadah puasa mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih memilih kecintaan kepada-Nya dan meninggalkan kecintaan kepada sesuatu yang disukai oleh jasad seperti makan, minum, dan jima'. Hal ini menunjukkan kebenaran cinta seorang hamba kepada Rabbnya. 
2. Ibadah puasa akan mengantarkan diri kepada Takwa, karena ibadah puasa sarat dengan aktivitas ketakwaan.
3. Ibadah puasa menjadi sarana agar terhindar dari godaan setan, karena darah manusia bersumber dari makanan dan minuman, dengan berpuasa pembuluh darah yang merupakan jalan setan akan menyempit. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah" (HR. Bukhari dan Muslim)

*sumber: Andai Ini Ramadhan terakhirku. (Tim Ilmiah Indonesian Community Care Centre) 
  photo credit: Kids with Quran (kuran) via photopin (license)

Komentar